Minggu, 31 Mei 2009

Aleksander Agung

Ia bukan dijuluki Yang Baik, sebab ia juga sering berbuat jahat. Ia pun bukan dijuluki Yang Sempurna, sebab ia keliru dalam banyak hal. Tetapi ia dijuluki Yang Agung, sebab ia berjiwa besar dalam banyak hal terutama dalam kepemimpinannya. Ia adalah Aleksander Agung (Arab: Iskandar Aqbar).

Aleksander (356-323 SM) adalah putera Raja Filipus II di Makedonia di utara Yunani. Pada usia 14-16 tahun ia belajar bahasa, sastra, budaya dan filsafat pada Aristoteles. Kemudian ia belajar kedokteran dan militer. Pada usia 20 tahun ia naik takhta menggantikan ayahnya.

Tindakan Aleksander yang pertama sebagai raja adalah mempersatukan seluruh Yunani. Lalu ia memperbarui bahasa Yunani menjadi bahasa Yunani Koine. Ia meningkatkan mutu persekolahan. Ia merangsang perdagangan dan memajukan kemakmuran. Ia mengangkat nilai-nilai luhur harkat martabat kemanusiaan sebagai dasar kebudayaan Yunani yang baru yang disebut Hellenisme.

Kemudian Aleksander memperluas kerajaannya. Ia berangkat dengan pasukan sebanyak 40.000 orang. Selama delapan tahun ia menempuh perjalanan untuk menduduki seluruh Asia Kecil, lalu Mesir, Mesopotamia, seluruh Timur Tengah, Persia, Afghanistan terus ke timur sampai ke India. Tidak terkatakan penderitaan rakyat yang dijajahnya itu, namun ia juga melakukan banyak hal yang baik. Di tiap negara yang didudukinya pasukannya membangun kota-kota ilmu pengetahuan dengan banyak gedung perpustakaan dan pusat penerjemahan buku. Walaupun ia menerapkan kebudayaan Yunani di mana-mana, namun ia tidak mempromosikan agama Yunani yang terkenal dengan upacara-upacara megah untuk banyak dewa dan dewi.

Salah satu dari puluhan kota ilmu pengetahuan yang didirikan Aleksander adalah Aleksandria (Arab: Iskandariah) di Mesir. Setelah Aleksander meninggal, kota ini masih terus berkembang dengan banyak gedung perpustakaan dan pusat penerjemahan buku. Kota ini meninggalkan dampak yang besar bagi gereja hingga sekarang, karena di kota inilah dilakukan penerjemahan Perjanjian Lama (termasuk Deuterokanonik) dari bahasa Ibrani ke bahasa Yunani. Terjemahan ini dikerjakan oleh 70 rabi Yahudi dan naskah pertamanya selesai dalam 70 hari, sehingga Perjanjian Lama berbahasa Yunani ini disebut LXX atau Septuaginta (Septem berarti 7, Septua 70).

Alkitab Septuaginta ini besar faedahnya bagi gereja hingga hari ini, sebab untuk membuat tafsiran jitu sering kita perlu menyelidiki bahasa aslinya. Persoalannya adalah bahwa Perjanjian Lama dalam bahasa aslinya sulit dibaca sebab bahasa Ibrani tidak berhuruf vokal, melainkan hanya terdiri 22 konsonan atau huruf mati. Jika dalam ayat itu tercantum kata bbt, maknanya perlu ditebak apakah itu babat, bebet, bibit, bobot, bubut, babet, babit, babot, babut, bebat, bebit atau lainnya.

Ketika kemudian hari Perjanjian Baru ditulis, bahasa yang digunakan adalah Yunani Koine yang sudah diperbarui oleh Aleksander menjadi bahasa internasional sehingga Injil Kristus cepat tersebar ke seluruh Asia Kecil dan Timur Tengah.

Pada awal karangan ini dikatakan bahwa Aleksander Agung berjiwa besar dalam kepemimpinannya. Ini penjelasannya. Kebesaran jiwa Aleksander Agung terletak dalam kebersamaan dengan bawahannya. Meskipun ia seorang raja dan jenderal, namun ia tidak ingin diperlakukan istimewa. Berkali-kali ia terluka parah dalam pertempuran dan ia selalu membentak tim dokternya, "Obati para perajurit lebih dulu, kalau mereka sudah diobati barulah kamu mengobati aku! Cepat, pergi, obati mereka!"

Pernah seluruh pasukannya lemas kehausan di Gurun Gedrosia. Sebagai tanda setia, para perajurit mengumpulkan sisa tetes-tetes air lalu memberikannya kepada Aleksander. Di depan perajuritnya, Aleksander menerima cawan itu tetapi ia langsung mengucurkan air itu ke tanah sambil berkata, "Kalau kamu lapar dan haus, aku juga lapar dan haus bersama kamu!"

Biasanya seorang pemimpin menomorsatukan kepentingan dirinya dan menomorduakan kepentingan bawahan. Tetapi Aleksander berbuat kebalikannya. Ia mendahulukan kepentingan bawahannya. Itulah keagungannya. Lance Kurke, pakar ilmu Pendidikan Dewasa di Universitas Duquesne, berkata bahwa calon pemimpin perlu belajar bagaimana Aleksander menghargai bawahannya. Kurke menulis dalam buku The Wisdom of Alexander the Great, "Leadership cannot be taught, but it can be learned..... However I find it difficult to help these leaders learn to be more effective without a clear, specific, tangible context....this context is Alexander the Great".

Aleksander memang patut dijuluki Yang Agung sebab ia berjiwa agung dalam kebersamaan dengan bawahannya. Bayangkan, ia rela menahan nyeri luka sabetan pedang dan tusukan tombak supaya para perajuritnyalah yang lebih dulu diobati. Ia rela menahan nyeri luka supaya luka bawahannya cepat sembuh.

Sekitar 300 tahun kemudian di sebuah negara jajahan Aleksander, ada seorang pemuda yang juga berjiwa agung. Pemuda itu juga penuh luka dan mengucurkan darah. Ia rela menahan nyeri luka-luka supaya bawahan-Nya bisa sembuh. Pemuda itu bernama Yesus. Seorang rasul-Nya bersaksi, "Oleh bilur-bilur- Nya kamu telah sembuh" (1 Ptr 2:24).

Itulah Aleksander dan Yesus. Kedua orang itu mati muda. Aleksander 32 tahun, Yesus 33 tahun. Kedua orang itu dijuluki Yang Agung. Mereka agung dalam hal-hal yang berbeda, bahkan bertolak belakang. Namun mereka sama-sama agung dalam hal rela menderita demi bawahan. Mereka hidup dalam kebersamaan dengan bawahan.

Sumber: Andar Ismail

Rabu, 06 Mei 2009

1000 BURUNG KERTAS

Sewaktu Boy dan Girl baru pacaran,

Boy melipat 1000 burung kertas buat Girl,

menggantungkannya di dalam kamar Girl.

Boy mengatakan 1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya.
Waktu itu...
Girl dan Boy setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka berdua...
Tetapi pada suatu saat, Girl mulai menjauhi Boy.

Girl memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis...
Ke Paris...Tempat yang dia impikan di dalam mimpinya berkali2 itu...
Sewaktu Girl mau memutuskan Boy, Girl bilang sama Boy,

kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa…
Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya…
Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik.
Kamu terlalu miskin, sungguh aku tidak berani membayangkan
bagaimana kehidupan kita setelah menikah...!!


Setelah Girl pergi ke Perancis,
Boy bekerja keras...
dia pernah menjual koran...
menjadi karyawan sementara...
bisnis kecil...
setiap pekerjaan kerjakan dengan sangat baik dan tekun.
Sudah lewat beberapa tahun...
Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya,
akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan.
Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Girl,
dia masih tidak dapat melupakannya.


Pada suatu hari... waktu hujan,
Boy dari mobilnya melihat sepasang orang tua berjalan sangat pelan di depan.
Dia mengenali mereka, mereka adalah orang-tua Girl....
Dia ingin mereka lihat kalau sekarang dia tidak hanya mempunyai mobil pribadi,
tetapi juga mempunyai villa dan perusahaan sendiri,
ingin mereka tahu kalau dia bukan seorang yang miskin lagi,
dia sekarang adalah seorang Boss.


Boy mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang-tua tersebut.
Hujan terus turun tanpa henti, biarpun kedua orang-tua itu memakai payung,
tetapi badan mereka tetap basah karena hujan.


Sewaktu mereka sampai tempat tujuan,
Boy tercegang oleh apa yang ada di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman.


Dia melihat di atas papan nisan Girl tersenyum sangat manis terhadapnya.
Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung2 kertas yang dibuatkan Boy.
Dalam hujan, burung2 kertas itu terlihat begitu hidup,
Orang-tua Girl memberitahu Boy,
Girl tidak pergi ke Paris ,
Girl terserang kanker,
Girl pergi ke surga.
Girl ingin Boy menjadi orang,
mempunyai keluarga yang harmonis,
maka dengan terpaksa berbuat demikian terhadap Boy dulu.
Girl bilang dia sangat mengerti Boy,
dia percaya kalau Boy pasti akan berhasil.
Girl mengatakan.. .
kalau pada suatu hari Boy akan datang ke makamnya
dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas buatnya lagi.
Boy langsung berlutut,
berlutut di depan makam Girl,
menangis dengan begitu sedihnya.
Hujan pada hari itu terasa tidak akan berhenti,
membasahi sekujur tubuh Boy.
Boy teringat senyum manis Girl yang begitu manis dan polos,

Mengingat semua itu,
hatinya mulai meneteskan darah...
Sewaktu orang-tua itu keluar dari pemakaman,
mereka melihat kalau Boy sudah membukakan pintu mobil untuk mereka.
Lagu sedih terdengar dari dalam mobil tersebut.


"Hatiku tidak pernah menyesal,
semuanya hanya untukmu 1000 burung kertas,
1000 ketulusan hatiku,
beterbangan di dalam angin
menginginkan bintang yang lebat besebaran di langit...
melewati sungai perak,
apakah aku bisa bertemu denganmu?
Tidak takut berapapun jauhnya,
hanya ingin sekarang langsung berlari ke sampingmu.
Masa lalu seperti asap...
hilang dan tak kan kembali…
menambah kerinduan di hatiku...
Bagaimanapun dicari,
jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah.."
(lirik langsung di-translate dari bahasa Mandarin)


PESAN :
Kalau kamu menginginkan semua orang di dunia ini menemukan jodohnya,

maka kirimkanlah artikel ini kepada semua orang.

Sekarang berusahalah. ..... mengirimkan ini ke 20 orang atau lebih,

maka orang2 di dunia ini akan menemukan pasangan hidupnya.

Termasuk teman2 kamu...kirimkan kepada mereka,

mereka seperti barang berharga yang tidak mudah ditemukan.

Mereka memberikan kita kebahagiaan, mendorong kita untuk berhasil,

mereka mendengarkan cur-hat kita dan share pujian2 mereka.

Terus kirimkan kepada teman2 kamu dan semua orang yang kamu kenal.

Apabila artikel ini kembali padamu,

kamu akan tahu kalau kamu mempunyai teman sejati....

Hukum Pygmalion - Hukum Berpikir Positif

Beberapa diantara kita mungkin sudah pernah membaca artikel seperti ini, tp tdk ada salahnya untuk me-review.
*************
Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus.Tetapi bukan kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan isenangi teman dan tetangganya.

Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang
baik.
* Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel. Tetapi Pygmalion berkata, "Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini."
* Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, "Kikir betul orang itu." Tetapi Pygmalion berkata, "Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu".
* Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, "Kasihan, anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya."

Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.

Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik.

Kawan-kawan Pygmalion berkata, "Ah,sebagus- bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu."

Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya.

Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion, yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul.. Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani.
Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.

Misalnya,
* Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.
* Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas.
* Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.

Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion.

Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif.
* Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes.
* Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur, akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.
* Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.

Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu. Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain.

Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain. Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain.
Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir buruk,kita akan menjadi curiga, "Barangkali ia sedang mencoba membujuk," atau kita mengomel, "Ah, hadiahnya cuma barang murah." Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri. Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia.

Sebaliknya, kalau kita berpikir positif, kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur, "Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada kita."

Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai.

* Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam. Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita damai.

Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan.
Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan.. Keluarga menjadi hangat. Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah. Seperti Pygmalion, begitulah.

MAKE SURE YOU ARE PYGMALION

Jumat, 24 April 2009

Rekapitulasi KPUD Karo di Berastagi Berakhir dan Sempat Ricuh *Diperkirakan Hanya 18 Partai yang Dapat Kursi

April 22nd, 2009
Berastagi (SIB)Rekapitulasi hari ke-3 yang dilakukan KPUD Karo berakhir sukses, Senin (20/4) malam di Hotel Green Garden Berastagi namun sempat ricuh. Pasalnya, salah seorang saksi dari Parpol P31, Pardemun Tarigan mengajukan protes agar formulir DA rekapitulasi suara jangan dulu dibacakan sebelum diselesaikan sejumlah saksi Parpol yang keberatan rekapitulasi suara di tingkat PPK Kec Kabanjahe.Adapun keberatan sejumlah saksi Parpol tersebut di antaranya TPS 1, TPS 5 dan TPS 13 di Kelurahan Padang Mas model C1 tidak ada dalam kotak suara, TPS III Kelurahan Padang Mas kertas suara tidak diketahui jumlahnya, TPS VII Kelurahan Padang Mas suara hilang 2 suara, TPS VIII Kelurahan Padang Mas sisa kertas suara tidak diketahui yang syah semestinya 317 tetapi tercatat 316 suara, TPS XII Kel Padang Mas terdapat penggelembungan 12 suara, TPS IV Kelurahan Padang Mas terdapat hilang 2 suara.Namun keberatan saksi parol tersebut tidak digubris oleh pimpinan sidang KPUD Karo yakni Ketua Benyamin Pinem ST dan anggota Jesaya Pulungan SH, Sidharta Peranginangin SH, Drs Lotmin Ginting dan David Ginting Manik SE dan melanjutkan pembacaan formulir DA untuk DPR RI, DPRD Provinsi, DPD dan DPRD Kab/KotaAtas pembacaan rekapitulasi KPUD Karo tersebut, saksi Parpol Pardemun Tarigan menuding KPUD memaksakan kehendak dan diminta dihentikan pembacaan rekapitulasi formulir DA. Sehingga hal itu mengundang perhatian aparat Polres Karo untuk mengamankan situasi sidang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang setelah beberapa hari meningkatkan konsentrasi pengamanan di lokasi persidangan. Menyikapi keberataan saksi Pardemun Tarigan tidak mendapat tanggapan dari pihak KPUD Karo, ia meninggalkan ruang sidang.Kepada wartawan, Ketua KPUD Karo Benyamin Pinem ST mengatakan jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap) 231.085 pemilih sehingga tingkat persentase pemilih di Karo 72%. Jumlah suara sah 161.436 dan suara tidak sah 5.777.Menurut Ketua KPUD Karo Benyamin Pinem ST yang dihubungi melalui telepon selulernya Selasa (21/4) diperkirakan sementara sejumlah partai yang akan duduk di DPRD Karo (PDIP 7 Kursi), Partai Golkar (4 Kursi), PAN (3 kursi), PIS (3 Kursi), P3I (2 Kursi), Patriot (1 Kursi), PDK (2 Kursi), Partai Demokrat (2 Kursi),PKPB (2 Kursi), PDS, Partai Gerindra, PIB, Republikan, Pelopor, PKPI, Barnas,Hanura dan Partai Karya Perjuangan Masing-Masing 1 Kursi. "KPUD Karo akan menetapkannya pada tanggal 15-17 Mei mendatang. Itu masih perkiraan sementara,"ujar Benyamin

HASIL PEMLU DI TANAH KARO

April 23rd, 2009

Tanah Karo (SIB)Setelah unggul di tingkat DPRD Karo, PDI Perjuangan juga memperoleh suara terbanyak untuk tingkat DPR RI Pusat dan DPRD Sumut.Dari data KPUD Karo yang diperoleh, suara untuk DPR RI:
PDIP (31496 suara) disusul Partai Demokrat (18722), PDS (17388), Partai Golkar (12884), PAN (6239), PKB (6206), Partai Barnas (5181), Partai Gerindra (4325), Partai Hanura (4252 suara), PKS (3853), PKPB (2934), PIS (2929), PNBK Indonesia (2923), PDK (2782), PPRN (2675), PPPI (2404), Partai Republikan Nusantara (2198), PDP (2094), PKPI (1952), PPP (1693), PBB (1627), Partai Kedaulatan (1539), PKP (1473), PKDI (1389), PPI (1349), Partai Patriot (1318), PPD (1206), Partai Pelopor (1058), PPDI (979), Partai Buruh (899), PNI Marhaenisme (738), PBR (602), PIB (600), PMB (221), Partai Merdeka (124), PSI (77), PKNU (57), PPNUI (29).

Jumlah suara sah DPR RI 150.215 lembar, suara tidak sah 18668 lembar.Untuk DPRD Propinsi Sumut, PDIP (23729), Partai Demokrat (20867), PDS (12752), Partai Golkar (10206), PAN (8625), Partai RepublikaN (6601), Partai Gerindra, (6563), Partai Hanura (6029), PKS (5126), PNI Marhaenisme (4763), PKPI (4222), PPDI (4466), PPRN (3594), PDK (3452), PNBK Indonesia (2925), PKPB (2610), Partai Patriot (2484), PKDI (2351), PPPI (2086), Partai Pelopor (2074), PIB (1966), PIS (1964), Partai Barnas (1803), PDP (1756), PPP (1435), Partai Karya Perjuangan (1398), PBB (1315), PKB (1254), Partai Buruh (1033), PPD (941), PBR (885), PMB (783), Partai Kedaulatan (688), PPI (580), Partai Merdeka (170), PSI (108). Sementara PKNU dan PPNUI tidak mendapat suara.
Total suara sah 153604 lembar dan suara tidak sah 14051 lembar.

Sementara untuk perolehan suara tingkat DPD Kabupaten Karo. Nomor urut 1 (3539 suara), 2 (2459), 3 (1318), 4 (1804), 5 (2274), 6 (1598), 7 (1886), 8 (2761), 9 (1499), 10 (1725), 11 (565), 12 (819), 13 (1230), 14 (362), 15 (453), 16 (1083), 17 (1391), 18 (1619), 19 (828), 20 (1346), 21 (1163), 22 (10751), 23 (2080), 24 (3288), 25 (1304), 26 (1034), 27 (44107), 28 (18748), 29 (998), 30 (25486), 31 (3279), 32 (683), 33 (576).
Sehingga apabila diurut 10 besar perolehan suara untuk DPD di Karo:
Robert Valentino Tarigan unggul (44.107 suara) disusul Semangat Sembiring (25..486), Rudolf Pardede (18.748) dan Parlindungan Purba SH (10.751 suara), Tetty Barus SKM ( 3628), Ir Abdul Wahab Siregar (3539), DR H Rahmat Shah, Pdt Sumurung Parningotan Samosir Harianja STh (3279), H Bahdin Nur Tanjung SE MM (2274) dan urutan ke-10 H Yopie S Batubara (2233 suara). Sementara suara sah 151.301 lembar dan suara tidak sah 16.255 lembar

Rabu, 08 April 2009


KipraH Caleg
Baltasar Tarigan SE Peduli pada Perekonomian Rakyat
Baltasar Tarigan bukan satu-satunya calon anggota legislatif PDI Perjuangan yang daerah pemilihannya pindah tempat. Jika ia pada pemilu 2004 ditugaskan dari Sulawesi Tengah, pada pemilu 2009 ini ditugaskan dari Jawa Tengah, dengan nomor urut 9. Kali ini, ia satu dapil dengan petinggi partai seperti Tjahjo Kumolo dan Daniel Setiawan. Dengan Suratal dan William Tutuarima juga satu dapil, Jawa Tengah 1 yang meliputi Kota/Kab. Semarang, Kab. Kendal dan Kota Salatiga.Meski sudah cukup lama membina komunikasi dan interaksi dengan konstituen di Sulawesi Tengah, Baltasar mengaku taat pada perintah partai kala dipindahkan ke Jawa Tengah. Ia malah menyikapinya dengan positif. “Perpindahan daerah pemilihan ini merupakan tantangan buat saya,”katanya. Sebab, Jawa Tengah pun buat dia bukan wilayah asing atau tak dikenalnya. Dalam rentang waktu yang cukup lama, ia justru sering melaksanakan tugas-tugas partai ke beberapa kota di sana. “Berkali-kali saya dan kawan-kawan bolak-balik ke Jawa Tengah karena mendapat penugasan dari partai,”katanya.
Tugasnya tersebut karena kedudukannya di Departemen dan Organisasi DPP PDI Perjuangan, Deputi bidang Kurikulum Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat(BP2ER). Ia ikut ditugaskan sebagai anggota Tim Monitoring Progres KTA-Nisasi Jawa Tengah dan Yogjakarta. Ia pun mendapat penugasan untuk menyelenggarakan pelatihan-pelatihan berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi rakyat.
“Karena penugasan dari kedua instansi partai ini, saya sudah sering berkunjung ke sana. Tidak hanya Jateng I, di kota lain di luar itu pun sudah banyak berkomunikasi dan berinteraksi, “ ungkapnya.
Semasa aktif di organisasi intra dan ekstra kemahasiswaan pun, cerita Baltasar ia sudah sering menyambangi Kota Semarang dan Salatiga. Kedudukannya sebagai sebagai Ketua Senat Mahasiswa Akademi Tekstil Bandung, yang kemudian berubah menjadi Universitas Bandung Raya, membuat dia kerap beranjangsana ke Semarang dan Salatiga. Begitupun ketika meneruskan studinya di sebuah perguruan tinggi di Jakarta. Aktivitasnya yang sama pun semakin berlanjut tatkala ia menjadi aktivis GMKI dan GAMKI. Baltasar tercatat pernah menduduki jabatan Sekretaris Umum Pengurus Pusat GMKI dan Ketua Dewan Pimpinan Pusat GAMKI. “Sebetulnya saya telah mengenal cukup baik daerah pemilihan saya yang sekarang ini, “ ujarnya.
Pria yang sehari-hari masih bekerja sebagai staf ahli fraksi PDI Perjuangan DPR ini berusaha untuk konsisten, khususnya kepada tugas yang diberikan partai. Ia mengaku sejak diumumkan Daftar Calon Tetap (DCT) dan ia berada di nomor urut 9, sedikit pun tak menggoyahkan dirinya mendukung PDI Perjuangan.
“Saya sudah bertekad tetap akan bekerja untuk menggalang dukungan. Bagaimanapun saya harus memberikan sumbangsih bagi partai, setidaknya di dapil tersebut, “ katanya seraya menambahkan bahwa sikap konsistensi tersebut penting sebagai wujud tanggungjawab dan rasa kecintaan terhadap misi dan tujuan partai.
Baltasar termasuk caleg yang sudah menyiapkan detail program kerjanya. Bahkan semua program kerjanya tersebut dituangkan dalam sebuah proposal. Lebih menarik lagi, ia berusaha semaksimal mungkin memahami peta wilayah Jawa Tengah, khususnya yang berkaitan dengan Kota/Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kota Salatiga. Ia tahu persis potensi apa saja yang ada di tiga kota tersebut sekaligus keadaan perekonomiannya. Baltasar lancar memaparkan bagaimana sektor pertanian, perdagangan, industri dan sektor jasa di sana. “Saya berjuang sesuai dengan mekanisme demokrasi untuk dapat terpilih sebagai anggota dewan, “ ujar pria kelahiran Binjai, Sumatra Utara, 22 Agustus 1959 ini.
Apa kiatnya untuk mewujudkan hal tersebut? Menurut dia, sebagai caleg DPR, ia harus dapat menggalang dukungan dari masyarakat pemilih pada basis tradisional partai dan basis komunitas lainnya. Tentu saja ia sudah merumuskan wilayah peta dukungan yang digarap. Sejak awal, ia sudah mempetakan suara dukungan yang mau didekati tersebut. “Bahkan dalam beberapa bulan ini, pelan-pelan sudah saya jalankan, “ katanya.
Misalnya alumni pelatihan KTB BP2ER di dapilnya merupakan potensi yang diharapkan mampu menyokong pencalonannya. Selain itu, ia juga membidik aktivis, anggota dan mahasiswa GMKI Semarang, Salatiga dan mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana. Anggota dan simpatisan GAMKI dari warga gereja di Semarang pun sudah dijajaki.
Begitupun dengan simpatisan warga gereja yang berlatar belakang kultur Sumatra Utara. Melalui fasilitas teknologi internet, Baltasar pun menjajaki kemungkinan mendapat peluang konstituen dari kelompok swing voters. Ini dilakukan mellaui blog dan situs komunikasi sosial. “Konstituen massa loyal dari PDI Perjuangan di kota Semarang juga ikut menjadi target perolehan suara, “ ujarnya.
Dalam berbagai kesempatan berdialog dengan kelompok-kelompok masyarakat di Jawa Tengah, Baltasar acap kali menyampaikan betapa strategisnya ekonomi kerakyatan di negeri ini. Salah satu pilar pelaku dari ekonomi kerakyatan kata dia adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Perekonomian rakyat dalam UMKM selalu hadir karena memang diperlukan, disamping sudah terbukti ketahanannya ketika negeri ini dilanda krisis ekonomi.
Ia menyatakan UMKM jelas sekali sebagai salah satu sektor usaha penyanggga utama yang dapat menyerap banyak tenaga kerja. Namun persoalannya, dukungan pembiayaan sebagai modal kerja dan investasi serta cakupan pendanaan yang diperlukan terhadap pengembangan UMKM masih memprihatinkan.
Padahal lanjut Baltasar, jumlah UMKM di Indonesia saat ini mencapai 47 juta. Pelaku ekonomi kerakyatan ini umumnya tertinggal dalam proses pencapaian keadaan yang sejahtera, adil dan makmur. Posisi pelaku ekonomi skala mikro, kecil dan menengah dalam struktur ekonomi nasional tidaklah menggembirakan. “Umumnya mereka atau sebagian besar belum bebas dari kemiskinan. Sementara arus revolusi teknologi informasi modern telah mendera mereka, “ ujar Baltasar.
Intinya kata dia, pelaku ekonomi kerakyatan ini termarginalkan. “Penguasaan aset ekonomi oleh pihak asing dan pengusaha besar nasional terus semakin besar. Misalnya masuknya swasta modal besar dan modal asing dalam sektor perdagangan retail seperti minimarket yang merambah sampai ke kota kecil, “ ujar Baltasar.
Ia menyadari pemberdayaan 47 juta UMKM tentu bukan pekerjaan mudah yang dapat dilakukan dalam tempo singkat. Menurut dia, dibutuhkan kemauan politik yang kuat dan sikap kebangsaan yang solid. “Penguatan itu memerlukan kebijakan politik dari lembaga legislatif dan eksekutif, untuk menetapkan kebijakan ekonomi nasional yang pro-pemberdayaan ekonomi rakyat, “ katanya.
Ia menambahkan penguatan ekonomi kerakyatan hanya dapat berhasil dengan pendekatan struktural dan kultural. Struktural maksudnya adalah adanya dukungan kebijakan ekonomi dan politik dalam menciptakan regulasi dan infrastruktur ekonomi yang kondusif untuk mengangkat perekonomia rakyat.

Andoes Simbolon

-- Baltasar Tarigan, SEb.tarigan@gmail.comhttp://baltasar-t.blogspot.com/


Dari: Anthony Malem Ukur Topik: Re: [gbkp] Saya cuma meneruskan saja- untuk kalangan kristiani saja...thanksKepada: gbkp@yahoogroups.comTanggal: Kamis, 2 April, 2009, 12:22 PM

Perlu tambahan nih sebagai pedoman :1. Jangan Pilih partai yg membiarkan dan menjual asset NASIONAL seperti INDOSAT, Dll.2. Jangan pilih Partai yg mengutamakan mencari kekuasaan.3. Jangan Pilih partai yang "hanya" selogan Anti korupsi tanpa pernah ada hasil malah yg terjadi penjualan asset Negara, jangan2 setelah menang malah semakin banyak Asset Negara dijual.4. Jangan percaya dengan selogan "anti kristen" dengan maksud mengarahkan, sudah terbukti hingga sampai sekarang TUHAN bekerja dari semua tangan, walaupun JELAS komunitas Kristen di sana Sedikit.5. Jangan percaya dengan "embel2 melindungi Kristen" kerena jelas mereka bukan Nasionalis dan hanya "mengambil kesempatan saja "Yang Terakhir.... hal email sebelumnya jangan di percaya, hasil pertemua tersebut berbentuk itu, Positive thinkking, kaliber mereka tidak mungkin seperti itu dalam melihat wawasan berbangsa, namun bila benar itu yg mereka sepakati perlu di pertanyakan "wawasan berbangsa dan bernegara mereka" yg ikut meng-kotak kotak kan masyarakat.. ......... .LUPAkan Mereka...namun renungkan yg di tulis di email dan tambahan tersebut.bujur--- On Thu, 4/2/09, Nuah P Tarigan wrote:
From: Nuah P Tarigan Subject: [gbkp] Saya cuma meneruskan saja- untuk kalangan kristiani saja...thanksTo: gbkp@yahoogroups. comDate: Thursday, April 2, 2009, 5:51 PM
Sebagai masukan untuk semua rekan rekan Kristiani:

Disadur dari Sumber: Institut LeimenaSalam Sejahtera,Menanggapi kebingungan warga gereja memilih anggota DPR di Pemilu yang akan datang, akhir Februari 2009 diadakan pertemuan antar beberapa pimpinan lembaga gereja aras nasional dan institut Leimena, yang menghasilkan pemikiran sbb:Pertama, tentukan partai politik yang akan dipilih..... .........1. Test 2,5%
Pilih partai yang bisa memperoleh minimal 2,5% dari total suara sah nasional.
Jika partai pilihan Anda mendapat suara di bawah 2,5% total nasional, maka suara Anda akan dibuang, hangus sama sekali (ref: UU No.10 tahun 2008, pasal 202.1 dan 203.1)
Yang berpotensi didukung lebih dari 2,5% (survey LSI, Feb 2009): Demokrat, PDIP, Golkar, PKS, PKB, PPP, PAN, Gerindra
2. Test Kebangsaan dan Kemajemukan
Pilih partai yang memegang teguh nilai kebangsaan (Pancasila, NKRI) dan kemajemukan
Apakah pandangan umum menilai partai tersebut mewakili kelompok agama tertentu?
Apakah di partai itu semua kelompok agama memiliki kesempatan sama untuk menduduki posisi paling tinggi sekalipun?
Secara umum, partai yang lebih memenuhi kriteria ini: Demokrat, PDIP, Golkar, Gerindra
3. Test Demokratis
Pilih partai untuk membangun Indonesia sebagai negara yang demokratis.
Apakah partai tersebut tegas menjunjung tinggi nilai-nilai demokratis dan HAM?
Secara Umum, partai yang lebih memenuhi kriteria ini: Demokrat, PDIP, Golkar
4. Test Track Record
Pilih partai dengan track record yang jelas dalam beberapa isu mendasar
Apakah tegas mendorong penyelesaian kasus-kasus HAM?
Apakah tegas melindungi HAM yang dilanggar dalam kasus Ahmadiyah?
Apakah tegas dalam melindungi hak-hak kaum minoritas?
Apakah tegas menentang perda-perda syariah? RUU Pornografi (2008)? RUU Pengelolaan Zakat dan RUU Jaminan Produk Halal (2009)?
Apakah tegas menjaga kedaulatan dan kesatuan negara RI, seperti dalam kasus Aceh?
Partai yang paling memenuhi kriteria terakhir ini adalah: ....... (pilih 1 partai)
...lalu, pilih caleg/orang (kalau ada), atau pilih partainya saja.5. Apakah ada caleg kalangan sendiri yang berkualitas dan di nomor urut bagian atas? Pilih kalau ada, tapi kalau tidak, ambil langkah berikutnya:6. Apakah ada caleg lain yang berkualitas dan di nomor urut bagian atas? Pilih kalau ada, tapi kalau tidak, ambil langkah berikutnya: 7. PILIH PARTAINYA SAJA.Silahkan menentukan pilihan sesuai hati nurani Anda. Panduan ini sekedar informasi menjawab kebingungan warga gereja dalam memilih, bukan untuk membatasi hak pilih siapapun juga.HIMBAUAN yang TERUTAMA adalah:1. Jangan GOLPUT. Memilih dengan cerdas dan bertanggungjawab.2. Doakan bersama.Notes: Silahkan diforward kepada yang membutuhkan.
Blessings,
Velli Ong, S.Sos

Nuah Tarigan

Pdt Masada Sinukaban
Kesaktian Peduli Generasi Indonesia



Sabtu, 04 April 2009

Hadiah Paskah Yang Terindah dari Kesaktian Peduli Generasi Indonesia ??
(Dalam rangka Memperingati Paskah 2009, Maukah Anda Menjadi Donatur Kegiatan Kampanye Anti Narkoba dan Peduli HIV AIDS Di Indonesia ini??)

Oleh Pdt Masada Sinukaban

Sebagai Seorang Pendeta GBKP yang Anti Narkoba dan Peduli HIV AIDS, Saya secara Pribadi mau Mengajak Bapak-Ibu dan Saudara-i Sekalian untuk mau Mendukung Kegiatan Kampanye terhadap Anti Narkoba dan Peduli HIV AIDS di GBKP maupun di Indonesia. Sebenarnya, Kampanye Anti Narkoba dan Peduli HIV AIDS ini sudah Saya lakukan sejak Desember tahun 1995. Ketika itu Saya sembuh Total dari Kecanduan atau Ketergantungan Narkoba (Mukzizat Tuhan Yesus Kristus). Setelah Saya Sembuh, Saya mengambil Keputusan untuk Menjadi seorang Penginjil atau Pendeta. Dengan maksud dan Tujuan yang Mulia yakni Mengkampanyekan Bahaya Narkoba ini dimanapun Saya berada. Apakah Berkampanye dengan bentuk Diskusi, Berkotbah, Berdialog, membuat Tulisan Tentang Bahaya Narkoba atau melakukan Seminar Anti Narkoba.Sudah menjadi Tekad Saya untuk selalu Berkampanye Tentang Bahaya Narkoba dan Peduli HIV AIDS ini dimanapun Saya berada Sampai Saya Mati!! (hingga Saya sering dijuluki oleh teman-teman sebagai Pendeta Narkoba, dulu sewaktu di Kampus STT Abdi Sabda Medan juga Saya di panggil Kasat Narkoba oleh Teman-teman he, he). Kerinduan untuk Mengkampanyekan Bahaya Narkoba ini selalu bergelora dalam hati Saya (maklum Aktivis dan mantan Pecandu). Ketika Moderamen GBKP menempatkan Saya ke Runggun Rokan-Kampar Klasis Riau Sumbar Saya masih saja tetap Berkampanye Tentang Bahaya Narkoba ini melalui Kotbah-kotbah dan Diskusi-diskusi. Apakah itu kepada Pt-Dkn, kepada Jemaat GBKP maupun Non GBKP. Bahkan kepada Orang-orang yang Muslimpun pun Saya menyampaikan Bahaya Narkoba ini. Sebagai bentuk kepedulian Saya, Saya sering Mencetak Stiker Tentang Bahaya Narkoba dan Menulis Artikel Tentang Bahaya Narkoba yang dimuat di berbagai Media. Disamping itu Saya Juga sering Melayani Ke Penjara (Penjara Kampar/Bangkinang dan Tanjung Gusta Medan) untuk Menjangkau Orang-orang yang menjadi korban Narkoba.Saya sering menemui para Korban Narkoba ke Rumah-rumah mereka maupun ke Panti-panti Rehabilitasi Narkoba. Saat ini, Saya mau Menawarkan Kepada seluruh Pembaca majalah Maranatha dimanapun anda berada. Siapa tahu ada yang tergerak hatinya untuk mendukung Kegiatan Sosial yang Saya lakukan ini. Saya Menyerukan dan Mengajak Anda semua untuk mau mendukung Kegiatan Kampanye Anti Narkoba dan Peduli HIV AIDS secara Sederhana ini. Dengan Mencetak Stiker, Pin HIV AIDS, Brosur, Batas Alkitab, Spanduk, Buku saku dan Kalender yang semuanya untuk mengkampanyekan Bahaya Narkoba dan HIV AIDS tersebut. Saya mencoba Berkampanye Tentang Bahaya Narkoba dan HIV AIDS ini dengan Metode atau Model yang Sederhana dan Gampang dimengerti oleh semua orang. Kita berikan Sarana dan Prasarananya agar mereka tahu dan mengerti Tentang Bahaya Narkoba lalu mereka juga akhirnya melawan Narkoba itu sendiri lewat Stiker, Pin dan Brosur yang kita berikan secara Gratis. Mungkin dengan cara ini sedikit lebih “Berarti” untuk mensosialisasikan agar orang lain tahu dan mau bersama-sama Mencegahnya. Adapun harga Stiker tersebut Rp700 per lembar, Pin HIV AIDS ada 2 macam yang harga Rp 7000 Per Eks dan Rp 2500 per Eks tergantung bahannya, Brosur Rp 120 Ribu Per Rim, Buku Saku 2500 Per Eks, Spanduk 12.500-15.000 Per Meter, Sedangkan Kalender biasa Rp5000 Per Eks dan Rp10.000 yang Model Lux.Semua “Sarana dan Prasarana” ini nantinya akan dibagikan secara Gratis atau Cuma-cuma. Untuk itulah Saya datang kehadapan Bapak-Ibu dan Saudara-i sekalian agar kiranya mau Mendukung Saya. Untuk mencetak Sarana dan Prasarana itu tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Kita akan bagi-bagikan secara Gratis, tanda Bukti Kepedulian kita terhadap masalah Narkoba dan HIV AIDS ini. Cara ini sudah sering Saya lakukan, Saya memberikan Pin, Stiker dan Brosur Gratis kepada beberapa Pendeta GBKP maupun Pt Dkn dan Jemaat GBKP. Adapun Pin HIV AIDS, Stiker dan Brosur Tentang HIV AIDS dan Narkoba ini Sudah Saya kirim juga Ke GBKP di Tanah Karo, Kalimantan Barat, Makasar, Medan, Jakarta, Jogyakarta, Riau, Surabaya, Depok, Semarang, Papua dan Salatiga. Pin dan Stiker yang sama juga Saya berikan kepada Anggota Gereja lain seperti GPIB, HKBP, Toraja, GKPS, Methodis, Katolik, Pentakosta dan Kharismatik secara Gratis.Saya mau membagikannya juga ke seluruh Gereja-gereja GBKP di Indonesia. Untuk itu besar harapan Saya kepada Bapak-Ibu dan Saudara-i agar mau mendukung Kegiatan Mulia ini dengan Menyumbang Dana atau Uang.Seribu Rupiah sumbangan atau bantuan Anda sangat berarti bagi kami. Demi Generasi kita di masa yang akan datang. Harapan dan Keinginan Saya kedepannya adalah mendirikan sebuah Pusat Informasi Anti Narkoba dan Peduli HIV AIDS di Tanah Karo dan Membangun sebuah Panti Rehabilitasi Narkoba. Akan tetapi hal itu mungkin untuk Kedepannya saja. Disamping membutuhkan dana yang sangat besar dan juga membutuhkan waktu yang serius untuk mengelolanya. Seperti yang Firman Tuhan katakan didalam Lukas 16:10a yang berbunyi “Barang Siapa Setia Dalam Perkara-perkara Kecil, Ia Setia Juga Dalam Perkara-perkara Besar. Untuk itu, Saya mau bekerja mulai dari hal yang kecil saja terlebih dahulu. Semua ini Demi Generasi GBKP dan Indonesia kedepannya. Mari kita bersama-sama bergandengan tangan mengkampanyekan Bahaya Narkoba dan HIV AIDS ini. Adapun Lembaga yang kami Gunakan untuk kegiatan ini adalah Kesaktian Peduli Generasi Indonesia. Saya adalah Pendiri dan sekaligus Pengurus Intinya. Saat ini ada 5 Orang Simpatisan Kelompok Peduli ini, antara lain Pdt Eduard Bastian Sembiring S.Th, Carillon Sembiring, Resta Barus S.Th, Carles Sebayang SH dan Cl Pdt Nova Kacaribu S.Th. Sebagai Lembaga Sosial, kami sepakat untuk selalu mengkampanyekan masalah Narkoba dan HIV AIDS ini dimanapun kami berada. Mereka selalu bersedia Untuk membagikan Stiker, Pin maupun Brosur ini di tempat mereka Melayani, Bekerja dan Studi.. Saat ini, kami juga sudah membuka Blogspot Khusus Masalah HIV AIDS dan Narkoba di Internet. Anda bisa membukanya kapan saja. Adapun nama Blogspot kami adalah

kesaktianpeduligenerasi.blogspot.com. Salam Anti Narkoba dan Peduli HIV AIDS!!

Kami Peduli Bagaimana Dengan Anda??
Ketika AKU Sakit, Kamu Melawat AKU. Matius 25 : 36b

Selamat Paskah 2009 Indonesia!!!