Sabtu, 26 April 2008

Senin, 14 Januari 2008
Kebaktian Senin Pertama di GKJ

(SALATIGA, www.uksw.edu) Seperti telah diumumkan kepada keluarga besar Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), baik melalui Buletin Senin ataupun website, mengenai pemindahan tempat Kebaktian Senin, maka Senin ini Kebaktian Senin diadakan di Gereja Kristen Jawa, Jl. Diponegoro 55 (depan kampus). Sebagai pelayan firman Pdt. Masada Sinukaban, S.Th, pendeta dari Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) yang sedang melanjutkan studi di Program Pascasarjana Sosiologi Agama (PPs. SA).

Walaupun pengumuman telah disampaikan kepada segenap keluarga besar UKSW, namun terlihat peserta kebaktian tidak sebanyak sewaktu masih di Balairung Universitas (BU). Pegawai UKSW terlihat mendominasi, sedangkan menurut pengamatan Humas UKSW, kehadiran mahasiswa hanya sekitar 50 orang.

Masada Sinukaban

Laki-laki berusia 33 tahun ini, sudah 5 tahun menjadi pendeta di GBKP. Semangat mudanya masih terlihat membara, dapat terlihat ketika Masada dengan suara keras dan lantang membawakan firman hari ini dengan subtema "Iman, Pengharapan, dan Kasih dalam Kehidupan Bermasyarakat", dan mengambil dasar kotbah dari Matius 22:34-40.

Suami dari Vina beru Ginting ini, menempuh studi strata satunya di Fakultas Teologi Sekolah Tinggi Teologi Abdi Sabda Medan. Semasa kuliah di Medan, Masada juga ikut berkegiatan di Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dan sempat menjabat sebagai Ketua Aksi Bidang Pelayanan di Komisariat GMKI STT Abdi Sabda. (saam_BPHL).

Sumber: http://www.uksw.edu/articles/news/read.asp?num=353

Kamis, 17 April 2008

PERMATA SALATIGA Mengucapkan:

SELAMAT ATAS PERNIKAHAN
IRWAN SEMBIRING, ST., M.Kom
&
Dr. ERIKA P

Yang telah dilaksanakan:
Pemberkatan: 29 maret 2008 jam 08.00 di GBKP Yogyakarta
Resepsi: 29 maret 2008 jam 12.30di Gedung Bima Klaten

Semoga Pernikahannya Langgeng selalu sampai selama-lamanya.
"Apa yang telah dipersatukan oleh Tuhan tidak dapat Dipisahkan oleh Manusia"

Spritualitas Permata GBKP

(Refleksi Teologis dalam rangka memperingati Hut Permata GBKP yang ke 60)
Oleh : Pdt Masada Sinukaban. Studi Program S2 Pastoral dan Masyarakat di UKSW Salatiga Jawa Tengah

KESAKTIAN PEDULI GENERASI INDONESIA

Generasi Muda adalah calon pemimpin dimasa akan datang, baik pemimpin di Gereja maupun pemimpin di Pemerintahan RI dan pemimpin di Dunia International. Seorang ahli pernah berkata bila generasi muda hancur karena Narkoba dan sebagainya, maka akan terjadi “Lossing Generation” atau Generasi yang Hilang (Putus Generasi). Bila ini terjadi, maka ibadah di Gereja hanya akan diisi oleh kaum tua-tua saja? (hal ini sudah banyak terjadi di Gereja Eropah) Hanya orang tuanya saja yang beribadah atau pergi ke Gereja tanpa ada Generasi Muda atau Permata seusia Anda. Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena Gereja-gereja di Barat lupa mendidik, mendampingi, menjaga dan memperdulikan kaum mudanya sehingga kaum mudanya hilang di telan modernisasi alias zaman yang canggih ini. Padahal seharusnya tugas Gerejalah menjaga Generasi muda atau kaum mudanya.
Mereka banyak terlibat Sex bebas, Narkoba, Hedonisme, Materialisme dan sebagainya. (tapi saat ini Gereja-gereja di Barat mulai bangkit untuk kembali peduli dan mendidik kaum mudanya agar tidak hilang atau terlibat masalah Narkoba dan sejenisnya). Bisa dibayangkan bila hal itu terjadi dan berlangsung di Gereja kita? Maka Gereja akan kosong karena kaum muda-mudinya habis alias hilang karena kurang atau tidak di pedulikan. Pertanyaannya kok bisa hilang? Ya bisa dong, kalau tidak diperhatikan, dijaga, dilindungi dan di isi Spritualitasnya.
Untuk itulah makanya Gereja kita GBKP perlu terus melakukan bimbingan terhadap kaum Permatanya agar tidak terjadi seperti keadaan Gereja-gereja di Barat (Luar Negeri) itu. Gereja GBKP harus peduli kaum mudanya atau Peduli Generasinya! Gereja GBKP juga harus selalu mengisi Spritualitas kaum mudanya dengan Firman Tuhan/kegiatan Rohani agar memiliki Pondasi atau pegangan yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman ini. Dengan meningkatkan Spritualitas kaum mudanya maka diharapkan agar Permata GBKP bisa menghadapi tantangan zaman ini.
Apakah itu Spritualitas? Spritualitas adalah kesadaran akan kehadiran Roh Allah (Spirit) yang menuntun setiap orang kepada sikap pasrah dan taat pimpinanNya sehingga lahir kebiasaan-kebiasaan baru yang sesuai akan kehendak Tuhan (Firman Tuhan). Spritualitas juga bisa diartikan dengan seberapa dekat atau erat hubungan Anda dengan Tuhan Yesus setiap hari. Hubungan dengan Tuhan Yesus secara pribadi lepas pribadi maupun secara persekutuan. Yaitu yang diwujudkan lewat Doa-doa, Baca Firman Tuhan, Saat Teduh, Bernyanyi memuji Tuhan, beribadah di Gereja, Puasa dan Mengasihi sesama. Apakah akibatnya bila kaum muda tidak memiliki Spritualitas? Dan apa bedanya dengan kaum muda yang memiliki Spritualitas yang kuat? Jawabannya jelas ada bedanya.
Kaum muda yang hidup tanpa Spritualitas? Akan berbahaya sekali, karena tidak mengerti tentang Kebenaran Firman Tuhan. Hidup semau gue. Ketika salah seorang temannya mengajak Berjudi, Cabut, Bolos sekolah, Tawuran, Ngisap rokok, Narkoba, Minuman Keras, bahkan Sex bebas, dan menonton VCD Porno atau sejenisnya sudah pasti dia mau. Karena dia tidak memiliki Spritualitas yang menjadi benteng/rambu-rambu dalam hidupnya. (seperti kapal tanpa Nakhoda di tengah lautan luas pastilah terombang-ambing dan akhirnya bisa tenggelam).
Sedangkan Permata yang memiliki Spritualitas pasti menolak setiap ajakan orang yang berbuat tidak benar, karena dia sudah tahu bahwa hal itu “Dosa” dan tidak baik dilakukan. Maka dari itu Permata GBKP harus memperkuat Spritualitasnya. Melihat tantangan yang semakin berat saja pada Zaman atau abad 21 ini.
Ibadah di Gereja setiap Minggu adalah bagian dari Spritualitas, baca Alkitab (renungan harian) atau sering di sebut saat teduh. Berdoa, bernyanyi memuji Tuhan dan juga Puasa adalah bagian dari Spritualitas. Saya mau tanya, Berapa kali adik-adik Permata berdoa dalam sehari? Berapa ayat Firman Tuhan yang adik-adik Permata baca selama sehari? Adakah diantara adik-adik Permata melakukan saat teduh di Rumah sebelum pergi Bekerja, Sekolah atau Kuliah? Hal itu semua menyangkut Spritualitas anda.
Lakukanlah tugas dan tanggung jawab adik-adik sebagai, Pekerja, Mahasiswa atau Pelajar. Jadilah anda sebagai kaum muda yang berkwalitas, bertanggung jawab dan memiliki kemurnian tujuan hidup untuk memuliakan Tuhan Yesus dan mengasihi sesama. Terlebih menghormati orang tua (Ayah dan Ibu) sehingga ada perbedaan antara Permata GBKP yang telah belajar Ngawan dan ikut bimbingan rohani dengan teman-teman yang belum. Minimal ada perubahan prilaku hidup di rumah maupun di sekolah (Jangan Nyontek atau Ngopek saat ujian). Itulah tandanya Permata GBKP telah memiliki Spritualitas!
Saya mau memberikan contoh tokoh-tokoh Kristen Dunia dan tokoh-tokoh Alkitab yang memiliki Spritualitas, mungkin adik-adik Permata pernah membaca biograpinya atau pernah mendengar cerita tentang kehidupannya. Sebagai perbandingan dalam kehidupan adik-adik nantinya. Dan saya pikir cukup baik untuk di teladani. Tokoh-tokoh tersebut adalah, Pendeta dr David Living Stone, Collin Powel, Pendeta Billy Graham, Yusuf, Musa dan Daniel.

Pemimpin-Pemimpin Spritualitas Dunia.

A. Pendeta David Living Stone,
David Living Stone seorang Pendeta dan juga Dokter yang lahir dari tengah keluarga yang sederhana, anak seorang buruh di Inggris. Hidup pada abad 18 lalu (Tahun 1800an). Dia terpanggil sebagai penginjil ke pedalaman Afrika. Sebagai Missionaris Ia melayani orang-orang Afrika selama 32 tahun dan sepanjang pelayanannya di Pedalaman Afrika ia melakukan perjalanan sepanjang 40 ribu Mil. Atau sekitar 120 ribu Kilometer. (Perjalanan Pekabaran Injil yang sangat fantastis dengan Berjalan, Merangkak, Merayap, Mendaki, Naik Perahu dan Naik Kuda) Mengapa hal itu ia lakukan? Karena Pdt dr David Living Stone terpanggil untuk menyelamatkan jiwa-jiwa orang Afrika agar mereka mengenal Tuhan Yesus. Ketika Ia meninggal ia di kebumikan di Westminster Abbey di Inggris. Dari kecil dia sangat hobi membaca Alkitab, setiap hari dia membawa Alkitab kemanapun dia pergi dan bekerja. Sangking taatnya ia membaca Firman Tuhan tersebut, Pendeta David Living Stone sampai hafal seluruh Mazmur Pasal 119:1-176. Buah pelayanan Pendeta David Living Stone di benua Afrika tersebut, saat ini ada 40an juta orang yang telah menjadi Pengikut Tuhan Yesus di sana.
Dari kisah Pendeta Living Stone ini kita dapat melihat bahwa orang-orang yang memiliki Spritualitas yang kuat memang hidup penuh berkat yang berkelimpahan dan menjadi orang-orang yang luar biasa. Tuhan pasti akan mengangkat kita tinggi-tinggi, minimal keluarga dan keturunan kita pastilah akan di berkati dan memang hal ini sudah di nubuatkan oleh Firman Tuhan (janji Tuhan) dalam Keluaran 20 : 1-17, khusus di baca ayat 4, 5 dan 6. Siapa yang percaya dan Setia atau taat pasti di Berkati. Namun sebaliknya siapa yang tidak taat akan mendapat hukuman atau kutuk!

B. Collin Powel mantan Menteri Luar Negeri AS
Dari kecil Powel juga sangat rajin membaca Alkitab dan beribadah Minggu (pernah disirami air pada pagi hari agar Collin Powel pergi beribadah Minggu). Bahkan menurut Buku Biograpinya dikatakan hampir tidak ada hari Minggu yang terlewati oleh Collin Powel semasa hidupnya hingga saat ini tanpa ibadah. Karena didikan Ayahnya seorang Buruh yang sangat disiplin dan tegas. Di tambah pula Bibinya yang takut akan Tuhan. Mereka dari Birmingham salah satu negara bagian Amerika. Dia warga keturunan kulit Hitam. Sesuatu yang sangat mustahil sebenarnya di negara AS Powell bisa menjadi seorang Menteri Luar Negeri. Namun Tangan Tuhan yang luar biasa memimpin dan menyertai kehidupan Collin Powel menjadi orang besar di Amerika Serikat.
Sesuatu yang hampir mustahil tapi itulah kenyataannya bila bersandar kepada Tuhan Yesus mujizat pasti akan terjadi. Permata GBKP juga bisa seperti Collin Powel ini, Anda bisa menjadi Bupati, Walikota, Gubernur, Menteri, Anggota DPR Bahkan Wapres di Negeri ini asal syaratnya tetap berpengharapan kepada Tuhan Yesus dan benar-benar sungguh dan setia. Ingat, Spritualitas yang kuat dalam kehidupan anda pasti akan memberikan hasil yang Indah pada waktunya Pengkotbah 3 : 11. Apalagi anda menjadikan Firman Tuhan sebagai Pelita dalam setiap proses kehidupanmu Mazmur 119:105. Bila hal ini dilakukan maka, Saya yakin 25-30 tahun kedepan kita akan mendengar dan melihat di Televisi atau di Koran, Permata-Permata GBKP akan menjadi “Orang-orang Besar” di Negeri ini.

C. Pendeta Billy Graham
Pendeta ini juga sangat rajin beribadah sejak kecilnya, bahkan beberapa kali Presiden AS meminta Ia untuk menjadi Penasehat White House (Gedung Putih). Orangnya sangat sederhana dan sangat jujur. Pdt Billy Graham adalah salah seorang Pendeta yang pernah dicalonkan menjadi Presiden AS akan tetapi Billy Graham tidak mau. Karena dia merasakan panggilan hidupnya adalah sebagai Pendeta untuk melayani dan memberitakan Injil Tuhan Yesus di AS. Pendeta ini sangat takut akan Tuhan, dia selalu mengedepankan kejujuran dan kerendahan hati. Pendeta Billy Graham sangat rajin Berdoa, membaca Firman Tuhan dan Puasa. Hal itu semua dia lakukan bukan hanya sebagai rutinitas tapi memang sudah menjadi bahagian dari hidupnya. Menjadi makanan pokok.
Bukan hanya itu saja, Spritualitas seorang Pendeta Billy Graham terlihat dari buahnya. Bukan berarti Ia beriman pasif tapi Ia beriman yang aktif. Pendeta ini jujur, rendah hati, sederhana dan suka menolong. Mengapa saya mengedepankan hal ini? Karena sudah banyak sekarang muncul Nabi- nabi palsu atau Guru-guru palsu, coba kita membaca Matius 24 :11, 1 Timotius 4 : 1 dan 2 Timotius 3 : 8. Kalau kita melihat orang lain bukan dari perkataan saja tapi dari perbuatannyalah kita lihat. Banyak orang Kristen sekarang hanya seperti slogan NATO : “No Action, Talk Only”. Apalagi situasi bangsa kita yang sangat kurang bersahabat saat ini, sering terjadi Bencana Alam, Gempa Bumi, Banjir, Longsor, Pengangguran, Penggusuran, korban Lumpur Lapindo dan sebagainya.
Seharusnya sebagai umat Kristen atau Gereja kita harus bertindak atau menolong mereka yang sedang menderita atau sedang tertimpa musibah bencana, bukan malah diam atau berpangku tangan! Agar orang lain melihat kita benar-benar punya Spritualitas yang berati dan berguna bagi orang lain bukan hanya slogan saja dan menjadi Gereja Gudang Garam (sebagai tempat berkumpulnya garam-garam yang tidak berasa atau tidak berarti bagi sekeliling kita, karena terkurung atau terkukung di dalam Gereja saja). Sudah saatnya kita berbuah, dengan kita berbuah maka orang lain bisa menikmati buah-buah kita tadi. Kita harus benar-benar bisa menjadi Garam dan Terang bagi Dunia ini Matius 5 :13-16. Dan jangan serupa dengan Dunia ini Roma12 : 2. Seperti sebatang Pohon, kita akan tahu itu pohon apa jikalau kita melihat buahnya. Demikianlah orang Kristen, sebagai pengikut Tuhan Yesus harus terlihat buah Spritualitasnya.

Pemimpin Spritualitas pada Zaman Perjanjian Lama
Siapa yang tidak pernah mendengar nama ketiga orang ini Yusuf, Musa dan Daniel.??

D. Yusuf
Proses kehidupan Yusuf yang sangat panjang, menjadikan Ia seorang Mangkubumi atau setingkat Perdana Menteri dan Penguasa di Mesir (kalau untuk di Indonesia kedudukan Yusuf itu setingkat Wapres). Negara Mesir adalah yang terkuat dan terbesar pada Zamannya. Kita bisa membacanya di Kejadian 37-50. Apa yang menarik dari kisah ini? Yusuf takut akan Tuhan, dia jujur, rendah hati, tidak mau berbuat dosa Sex (menolak melakukan sex Bebas dengan istri Potifar) dan tidak memiliki dendam terhadap saudara-saudaranya yang telah menjualnya.
Adik-adik Permata bisa meneladani yang baik dari pelajaran Yusuf ini. Seperti yang kita lihat di zaman ini begitu banyak tantangan yang datang menggoda, seperti minuman keras, narkoba, rokok, sex bebas, VCD porno, internet porno, judi, kumpul kebo, selingkuh dan sebagainya. Seperti Yusuf kita harus dengan tegas menolaknya. Demi kebaikan adik-adik Permata dan masa depan adik-adik nantinya. Karena lebih baik mencegah daripada mengobati ya kan? Coba kita bayangkan misalnya ada Permata yang menjadi korban HIV AIDS atau korban Narkoba kan bisa bahaya? Studinya dan Pekerjaannya pasti hancur, Keluarga dan Gereja juga yang menjadi korbannya. Kehidupan anda pasti menjadi tidak baik. Untuk itu ayo katakan tidak dengan Narkoba (Say No To Drugs).
Slogan Belajar Yes, Narkoba No! Harus kita tumbuh kembangkan dan Sosialisasikan kemanapun dan dimanapun adik-adik Permata berada. Permata GBKP harus menjadi Duta-duta Anti Narkoba.

E. Nabi Musa
Di dalam buku Carles Swindoll Nabi Musa ini disebut sebagai “Pria yang berdedikasi dan yang tidak memetingkan dirinya sendiri”. Carles Swindol menyebut Nabi Musa sebagai salah satu Pahlawan Iman yang terbesar di Zaman Perjanjian Lama. Nabi Musa ketika di panggil Tuhan juga pada usia yang relatif masih muda. Nabi ini sempat menolak Tuhan dengan alasan tidak pandai bertutur kata alias berbicara. Tapi Tuhan tetap memilih Musa sebagai nabiNya untuk membebaskan UmatNya Israel yang telah tertindas dan di jajah ratusan tahun di Mesir untuk itu Tuhan mau memakai Nabi Musa sebagai alatnya menemui Raja Firaun agar mengijinkan bangsa Israel keluar dari mesir untuk segera pergi ke tanah Perjanjian yaitu Tanah Kanaan. Keluaran 12 :29-42
Kisah ini menggambarkan bagaimana Kepemimpinan Nabi Musa yang sangat luar biasa sabar dan tulus! Coba bayangkan kalau adik-adik memimpin ratusan ribu orang manusia berjalan di padang gurun selama 40 tahun? Wah repot ya, dengan bersungut-sungut pula. Kalau Nabi Musa tidak memiliki hubungan dengan Tuhan secara erat dan intim untuk memimpin umat Israel ini, mungkin Musa bisa jatuh sakit atau juga bisa stres! Nabi musa selalu bersandar dan selalu bertanya kepada Tuhan pada saat ia memimpin umat Israel ini. Sebagai manusia yang normal, jangankan mendengarkan suara ribuan orang yang bersungut-sungut, mungkin mendengarkan suara 5 orang saja bersungut-sungut selama 3 atau 4 hari kita sudah tidak kuat ya! Dengan demikian, marilah adik-adik dalam setiap aspek kehidupanmu selalu bersandar kepada Tuhan Yesus. Jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri. Bawalah kepada Tuhan Yesus setiap apapun masalahmu. Pasti Tuhan Yesus akan berikan jawaban dan jalan keluar yang terbaik! Ingatlah Nabi Musa bisa melakukan perkara yang besar, adik-adik juga bisakan? Nabi Musa itu sama dengan kita, manusia biasa, hanya Spritualitasnya sangat kuat! Dia selalu berserah dan berpengharapan hanya kepada Tuhan dalam setiap masalah yang di hadapinya ketika memimpin umat Israel.

F. Daniel
Saya selalu teringat lagu sekolah Minggu setiap kali saya mendengar nama Daniel, lagunya kira-kira seperti ini : Beranilah seperti Daniel, Peganglah Kebenaran, meskipun di lobang singa.... asal percaya Tuhan! Nah, Daniel berani menentang ketidak benaran yang sedang terjadi pada zamannya. Daniel tidak mau tunduk terhadap peraturan negara Media dan Persia untuk menyembah Raja dan Dewa atau juga patung-patung berhala!! Ini menarik sekali untuk kita renungkan, Daniel tetap berdoa atau sembahyang 3 kali sehari di dalam kamarnya dan mengarah ke Yerusalem!! Daniel berlutut, berdoa serta memuji Allahnya. (seperti yang biasa dilakukannya) Daniel 6 : 11. Saya mau bertanya kepada Permata GBKP, apakah Anda berdoa kalau sedang berada dirumah makan? Saat ini kita sangat sering mendengar dan bertemu dengan persoalan seperti Daniel ini, ketika kita di paksa untuk memeluk agama atau keyakinan orang lain agar naik jabatan atau mendapat kedudukan? Atau mungkin juga dalam hal menentukan jodoh, pacar atau teman hidup? Ketika kita diperhadapkan kedalam pilihan perbedaan Iman? Apa yang terjadi? Sering kali kaum muda kalah dengan keinginan dagingnya!
Meskipun ini masih isu, tapi perlu kita cermati dan kita sadari bila hal ini terjadi kepada kita apa yang kita lakukan? Saya kasi contoh misalnya apakah adik-adik akan meninggalkan Tuhan Yesus bila ditawari uang sebanyak 10 atau 100 Miliar Rupiah?? Wah ini sebuah keputusan yang sangat berat ya? Ok tidak usah dijawab, cukup direnungkan saja. Saya pernah mendengar kesaksian OJ Simpson dari Amerika Serikat menolak uang sebanyak 150 Miliar Rupiah ketika dia di suruh untuk meninggalkan Tuhan Yesus (menyangkal imannya). Apa yang terjadi, OJ Simpson tidak mau, ia lebih memilih hidup sederhana daripada harus berpisah dengan Tuhan Yesus!! Daniel dan OJ Simpson serupa tapi tak sama! Mereka berdua menolak tawaran Dunia Ini!! Sangat Perlu di teladani!

Penutup
Adik-adik Permata GBKP yang terkasih, sebagai penutup Refleksi Teologis yang sederhana ini saya mau mengajak adik-adik untuk mengambill atau membuat keputusan, kalau sudah memilih untuk mengikut Tuhan Yesus Sang Pemimpin Spritualitas secara sadar dan dengan tidak ada paksaan maka untuk itu, ikutlah Dia dan Setialah Sampai Mati.Wahyu 2 : 10c. Pujilah Tuhan dalam setiap aspek kehidupanmu. Jangan kecewakan Dia yang telah menebus Dosa kita dan yang telah menyelamatkan kita. Jadilah PERMATA yang memiliki Spritualitas yang terus bertumbuh bersamaNya, Selamat Menjadi Anak-anak Tuhan Yesus yang Rendah hati. SELAMAT HUT PERMATA GBKP yg Ke 60.

AKU adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Akhir.
Wahyu 22 : 13
Tuhan Yesus Memberkati AMEN

Kepustakaan

1. Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan, Gandum Mas, Malang, 2006
2. The Leardeship Secrets of Billy Graham, Rahasia Kepemimpinan Billy Graham oleh Harold Myra dan Marshall Shalley, Yayasan Babtis Indonesia, Bandung, 2007
3. Spritualitas Siap Juang, Pdt Eka Darma Putra, BPK Gunung Mulia, Jakarta 2007.
4. Warta GBKP Maranatha, Edisi 201, January 2008, Moderamen Kaban Jahe Tanah Karo Sumatera Utara.
5. Jurnal Shema Volume 2 Edisi 2006/2007 Yayasan Shema, Semarang

Pemekaran Kabupaten Tanah Karo Menjadi 2 dan Rencana Pembentukan Kabupaten Deli, Ayo Dukung dan Doakan!!

(Akhir-akhir ini kita bisa membaca britanya di Harian Sib Medan bahwa ada rencana untuk memekarkan Kabupatan Tanah Karo menjadi 2 dan Rencana Pembentukan Kabupaten Deli, mengapa kita tidak Mendukung dan Mendoakannya.)

Sebenarnya isu Pemekaran ini sudah mengemuka pada tahun 2003 pada bulan November lalu. Beberapa tokoh Karo berkumpul di hotel Sumatera Village Ressort, mereka mencoba untuk mendiskusikan Isu Provinsi “Karo Area”. Kala itu memang isu pemekaran sangat hangat dibicarakan dimana-mana, sehingga beberapa tokoh-tokoh (mohon maaf Penulis lupa nama-namanya) Karo berkumpul untuk membicarakannya secara serius. Rencana Kabupaten-Kabupaten yang mau dimekarkan saat itu adalah Kabupaten Deliserdang menjadi Kabupaten Serdang Karo atau Karo Serdang yaitu semua wilayah Kabupaten Deliserdang yang banyak penduduknya “Orang-orang Karo”. Demikian juga Kabupaten Langkat mau di mekarkan menjadi Kabupaten Langkat Karo atau Karo Langkat. Pada saat itu sangat tepat sekali bila di lakukan pemekaran Kabupaten-Kabupaten. Dimana “kesempatan emas” yang sangat memungkinkan sekali, di dalam DPRD Deliserdang dan Langkat banyak sekali anggotanya Orang Karo. Dan yang sangat mendukung lagi adalah kebetulan Ketuanya juga adalah orang Karo, di Deliserdang pada saat itu dijabat oleh (bermarga Tarigan) dan di Kabupaten Langkat kalau tidak salah (bermarga Bangun) Maaf kalau salah penulisan marga.Tapi apa yang terjadi, seperti istilah “Ketinggalan Kereta” kita selalu ketinggalan dan hanya sebagai penonton.Tim Pemekaran pada saat itu kurang didukung oleh “Bapak-Bapak” kita yang berada di DPRD itu sendiri. Kita tahu, pada tahun 1999-2004 orang-orang Karo sangat banyak menjadi anggota DPRD dan yang menjadi anggota DPR RI. Termasuk di DPRD TK I Sumut kalau tidak salah ada 11 orang, yang berasal dari orang Karo. Sedangkan di DPR RI ada 4 atau 5 orang Karo. Yakni Mayjend Raja Kami Sembiring, Partai Tarigan, NS Sembiring dan DR Sutradara Ginting. Kini semua hanya menjadi “Kenangan Yang Terindah” nina lagu Bams Reguna Bukit dari Grup Samsons. Akan tetapi kita jangan berputus asa, mungkin saja pada saat itu bukanlah saat yang tepat. Mungkin saat inilah saat yang tepat itu!!
Beberapa waktu yang lalu Penulis membaca sebuah Berita di Internet bahwa ada Teman-teman kita yang berasal dari Berastagi yang memprakarsai berdirinya Kabupaten/Kota Brastagi. Secara Pribadi Penulis sangat mendukung sekali, mengapa Penulis katakan demikian? Bila hal ini terlaksana maka pasti Kabupaten atau Kota Berastagi itu membutuhkan Tenaga Kerja yang baru. Berarti “teman-teman Pemrakarsa Kabupaten atau Kota” baru itu menciptakan sebuah lapangan Pekerjaan yang sangat banyak (pastilah Kabupaten/Kota Berastagi menerima Ratusan PNS maupun puluhan Anggota DPRD baru). Dan yang satunya lagi kita telah memiliki 2 pemerintahan di Tanah Karo ada Bupati Tanah Karo dan ada Walikota Berastagi Umpamanya.
Sangat menarik untuk didukung. Penulis tidak mengenal “nama-nama para Pemrakarsa” atau “Aktor Intelektual” yang telah menggulirkan Inisiatip agar berdirinya Kabupaten atau Kota Berastagi ini. Tapi penulis berpikir Positip saja, pastilah ide dan gagasan ini lahir dari keinginan untuk mengembangkan atau menata kota Berastagi dan Kecamatan-Kecamatan yang berada didalamnya kearah yang lebih baik. Akan tetapi penulis sangat mengharapkan kepada “Tim Pemrakarsa Kabupaten atau Kota Berastagi” ini hendaknya memaparkan Misi dan Visi dari keinginan Tim ini di Koran, Internet maupun di majalah Maranatha GBKP. Agar seluruh masyarakat Karo tahu bahwa rencana ini adalah rencana Mulia dan kita harapkan didukung oleh segenab rakyat Tanah Karo dan secara Khusus warga Berastagi sekitarnya. Seperti yang dilakukan oleh Ketua Presidium Pemekaran Pembentukan Kabupaten Deli oleh Pt. Timbangen Ginting, BBA. Di majalah Maranatha GBKP edisi bulan Maret 2008 NO 203. Beliau menjelaskan bahwa tujuan pemekaran Kabupaten Deli adalah untuk Percepatan Pembangunan yang menyentuh Kesejahteraan Masyarakat Terpencil. Dan menurut Pt Timbangen Ginting BBA ini bahwa Pemekaran Kabupaten Deli ini adalah Aspirasi dari 10 Kecamatan diantaranya Kecamatan Sibolangit, Pancurbatu, Patumbak, Biru-Biru, STM Hilir, STM Hulu, Kutalimbaru, Delitua, Sunggal dan Namorambe. Mengapa kita tidak dukung dan doakan!! Ini juga adalah ide yang baik sekali untuk menciptakan lapangan Kerja yang baru.
Tentunya Kabupaten-kabupaten atau Kotamadya yang baru atau apapun namanya akan menciptakan lapangan kerja yang baru sekaligus juga untuk menambah “Pejabat Bupati dan Walikota” yang berasal dari orang-orang Karo sebagai Putera-putri terbaik Karo. Bahkan Penulis juga berkeingingan agar Kabupaten Langkat juga di mekarkan.
Hal ini bisa juga di pikirkan oleh para “tokoh Karo seperti Pak Nabari Ginting M.Si” yang berasal dari Langkat. Tentunya ide-ide atau gagasan yang positip dan sangat baik ini perlu sekali kita dukung dan kita Doakan. Tidak tertutup juga Kemungkinan pada saatnya nanti akan lahir Provinsi Karo Area. Bila sudah ada 4-5 Kabupaten/Kota yang merupakan basis-basis daerah orang Karo yang mungkin juga beberapa waktu yang lalu kurang di perhatikan oleh Pemprov dan Pemerintah Pusat. Secara Pribadi Penulis mau mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Karo dan Moderamen GBKP Agar melakukan sesuatu! Misalnya Mengadakan sebuah Acara atau Kegiatan tentang Pemekaran Kabupaen/Kota ini!
Panitia/penyelenggara Kegiatan sebaiknya mengundang semua Lembaga-lembaga, LSM, Yayasan dan para tokoh Karo dalam acara yang diselengarakan oleh Pemkab dan GBKP tersebut. Untuk membahas topik Pemekaran ini. Penulis pikir ini sangat Menarik sekali. Usulan penulis di acara tersebut Pembicara 8 orang saja, Pertama Ketua Umum Moderamen GBKP Pdt Dr Jadiaman Perangin-angin (Topiknya Pandangan GBKP terhadap Pemekaran atau Otonomi Daerah), Pembicara kedua Dr Sutradara Ginting (Pemekaran Kabupaten/Kota ditinjau dari Politik Dalam Negeri RI), Pembicara Ketiga Bapak Bupati Karo DD Sinulingga (Pandangan Pemkab Tanah Karo tentang Pemekaran Wilayah), Ir Jonathan Ikuten Tarigan (Pandangan LSM melihat Pemekaran-Pemekaran Kabupaten/Kota tersebut), Pt Timbangen Ginting (Visi dan Misi Pemekaran Kabupaten Deli), Pt Drs Paulus Sitepu (bagaimana Pendapat Beliau sebagai Penduduk Berastagi tentang Pemekaran Berastagi) dr Robert Valentino Tarigan S.Pd (tentang Pendidikan dan SDM Tanah Karo), Pt Ir Budi D Sinulingga (UU Otonomi Daerah). Penulis pikir hal ini sangat baik untuk kita lakukan, terserah siapapun Panitianya. Baik Biro Litbang GBKP maupun Pemkab Tanah Karo dan juga mungkin Yayasan Ate Keleng dan Permata Pusat GBKP. Penulis sangat merindukan Kegiatan ini berlangsung agar segala duduk persoalannya bisa di ketahui dan akhirnya bisa mendapatkan sebuah Rekomendasi atau Kesepakatan. Hal ini juga sangat membantu untuk meminimalkan Konflik karena sudah ada “Arih-arih atau Runggu bersama”. Mengapa kita tidak lakukan??. Panitianya bisa mengundang seluruh Elemen Karo, Klasis-klasis, para Pendeta dan Permata juga Mahasiswa Karo sebagai pesertanya. Usulan Penulis, Kegiatan ini bisa dilakukan 3 kali, pertama di Kabanjahe, kedua di Medan dan yang ketiga di Jakarta. Mengapa harus tiga kali? Karena warga Karo banyak di ketiga daerah ini. Dan agar seluruh warga Karo yang berada di ketiga daerah ini bisa menjadi wakil atau saksi sejarahnya kelak!! Dan yang terakhir seluruh hasilnya bisa di Bukukan dan disosialisasikan keseluruh Tokoh dan Masyarakat Karo baik itu lewat surat kabar, majalah Maranatha GBKP maupun lewat internet. Sekali lagi ini hanya usulan. Bagi penulis, ini adalah tugas Gereja GBKP dan para Kaum Muda Karo (PERMATA GBKP). Untuk masa depan Tanah Karo dan Generasi Karo juga. Istilah Penulis kalau bukan kita yang membangun Tanah Karo dan Daerah-daerah Karo ini lantas Siapa lagi?? Tidak mungkin orang “Papua atau orang Jawa” yang akan membangunnya. Dengan demikian perlu di pikirkan!! Penulis mengajak seluruh Pembaca Majalah Maranatha GBKP agar mandukung dan Mendoakannya, sekali lagi Selamat bagi panitia Pemekaran Berastagi dan Kabupaten Deli. Kiranya tujuan Anda yang mulia ini bisa BerhasiL Tuhan Yesus Memberkati AMEN.

Penulis menutup Artikel ini dengan Firman Tuhan Yesus dari Matius 28:20
Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah KUperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

Penulis
Pdt Masada Sinukaban (Pembimbing PERMATA GBKP Sektor SALATIGA dan Mahasiswa-i Karo UKSW SALATIGA Jawa Tengah)
KESAKTIAN PEDULI GENERASI INDONESIA

SERUAN AKSI KEPRIHATINAN BERSAMA MASALAH HIV AIDS DAN NARKOBA DI TANAH KARO

(Kepada Yang terkasih : Pdt, Pt, Dkn, Pengurus Mamre, Moria, Permata, KA-KR dan Jemaat GBKP di manapun berada.
Salam Kasih Tuhan Yesus Kristus)

Belajar dari Pengalaman adalah hal yang sangat baik sekali, karena menurut pepatah “Pengalaman adalah Guru yang baik”. Melihat begitu banyaknya rakyat Tanah Karo dan Umat GBKP yang telah menjadi Korban HIV AIDS dan Narkoba (Data atau Informasi dari LSM atau NGO “Medan Plus” bahwa ada 20an orang di Tanah Karo Positip HIV AIDS, belum di hitung Korban Narkoba). Secara pribadi kami melihat sudah saatnya Pemkab Tanah Karo dan GBKP memikirkan masalah Bencana ini dengan serius. Untuk mengetahui Korban HIV AIDS dan Korban Narkoba secara jelas di Tanah Karo, perlu dilakukan Test Gratis HIV AIDS dan Test Narkoba. Bila hal ini dilakukan, kami sangat yakin pasti sudah banyak rakyat Tanah Karo dan anggota GBKP yang menjadi korbannya. Pemkab Tanah Karo perlu lebih serius lagi memperhatikan masalah ini dan diperlukan kerjasama dengan Gereja GBKP Komisi NAPZA dan HIV AIDS, Aparat Kepolisian, Dokter, Psikolog, Psikiater, Kehakiman, Kejaksaan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Yayasan Cinta Anak bangsa, Yayasan Kasih Mulia, Granat (Gerakan Anti Narkotika Nasional), BNN (Badan Narkotika Nasional) dan Lembaga LSM HIV AIDS dan Narkoba lain.
Pemkab Tanah Karo dan Gereja GBKP perlu berdampingan untuk menyikapi masalah ini, Mereka harus bergandengan tangan satu dengan lain dan bukan berjalan sendiri-sendiri. Dalam hal ini BND atau sering di sebut Badan Narkotika Daerah yang di bawahi oleh Pemkab harus bekerja sama dengan Komisi Napza dan HIV AIDS GBKP baik secara Moderamen, Klasis-klasis dan Runggun-runggun di Tanah Karo. Pemkab bisa melakukan sesuatu hal yang baik untuk Peduli rakyatnya di Tanah Karo dan demikian juga Gereja GBKP seharusnya lebih serius lagi untuk Peduli terhadap Jemaatnya dan Keluarga-keluarga yang menjadi Korban HIV AIDS dan Narkoba tersebut. Pemkab Tanah Karo bisa saja memerintahkan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan para Dokter yang ada di Tanah Karo agar lebih memfokuskan masalah HIV AIDS dan Narkoba ini.
Secara Pribadi dan atas nama Kelompok KESAKTIAN PEDULI GENERASI INDONESIA yang dalam hal ini Kami adalah Pendirinya mengajak seluruh Pdt, Pt, Dkn dan Jemaat GBKP untuk memikirkan masalah ini secara serius. Terus terang secara pribadi Kami tidak mau menyalahkan siapa-siapa, namun belajar dari kekurangan dan kesalahan kita di masa lalu yang selalu mengurus sesuatu dengan “setengah hati” maka itu kami membuat Seruan Aksi Keprihatinan Bersama Masalah HIV AIDS dan Narkoba ini untuk sekedar Mengingatkan kita semua Klasis-klasis dan Runggun-Rungun GBKP bahkan juga Moderamen agar melihat masalah ini sebagai sesuatu yang sangat dan sangat perlu di sikapi. Minimal Moderamen dan Klasis-klasis juga dengan Runggun GBKP bisa saling bekerja sama untuk menangani dan mengantisipasi masalah ini. Mengapa Kami katakan demikian? Sekali lagi karena sudah banyak yang menjadi korban!!
Seharusnya Pemkab Tanah Karo dan Gereja GBKP sudah sejak lama harus memiliki Pusat Konseling dan Panti Rehabilitasi sebagai suatu Wujud Kepedulian dan Keprihatinan terhadap para Korban HIV AIDS dan Narkoba dan keluarga Korban ini. Tapi belum terlambat. Sesuatu yang kita mulai saat inipun sudah mewujudkan itikad kepedulian kita terhadap masalah HIV AIDS dan Narkoba ini. Kita bisa membuka jaringan untuk mengantisipasi bila sudah ada korban HIV AIDS dan Narkoba tersebut misalnya ke Rumah-rumah Sakit maupun ke Panti-panti Rehabilitasi. Kita harus memikirkan dan memprogramkan anggaran Dana untuk masalah ini agar dapat melakukan kegiatan yang terprogram serta berlangsung terus-menerus bukan hanya sekali atau dua kali saja. Banyak hal yang bisa kita lakukan bila kita mau melakukannya untuk lebih fokus dalam masalah ini. Misalnya : melakukan Dialog Interaktif, Seminar, Penyuluhan, Lokararya, Pelatihan, membuat Stiker, Brosur, Buku Saku, Spanduk, VCD, Kalender, Plang Nama Anti Narkoba dan Peduli HIV AIDS di Tanah Karo, Iklan Layanan Masyarakat, pengobatan dan terapi bagi para Korban HIV AIDS dan Narkoba. Berkampanye ke Sekolah-sekolah, Kampus, Instansi dan sebagainya untuk Mensosialisasikan Bahaya HIV AIDS dan Narkoba tersebut. Yang kita lakukan ini, sangat mulia sekali dan inilah yang dibutuhkan sekarang, mengantisipasi bahaya HIV AIDS dan Narkoba ini. Tugas kita bukan menghancurkan/memberantas peredaran Narkoba (hal tersebut kita serahkan kepada Aparat Kepolisian), akan tetapi minimal kita melawan pergerakan perkembangannya melalui pendidikan yang kita lakukan terhadap Masyarakat dan Gereja GBKP di Tanah Karo maupun di Indonesia. Apabila Masyarakat telah kuat secara otomatis mereka sendirilah yang melawan dan menghadapi para pengedar Narkoba tersebut.
Sebenarnya, Pemkab Tanah Karo dan Gereja GBKP bisa mengajak DPRD TK II Tanah Karo duduk bersama untuk membicarakan Program Mulia ini. Dan apabila di sepakati, maka Program Peduli Korban HIV AIDS dan Korban Narkoba di Tanah Karo bisa dilakukan dengan segera. Program ini bisa dianggarkan di RABD (rancangan anggaran belanja daerah) setiap tahunnya. Kami yakin, apabila hal ini dilakukan maka bukan tidak mungkin di Tanah Karo akan berdiri sebuah Pusat Informasi Anti Narkoba Dan Peduli HIV AIDS. (Penggabungan dua kekuatan Komisi Napza dan HIV AIDS GBKP dan Badan Narkotika Daerah yang di bawah naungan Pemkab Tanah Karo) Hal ini sangat-sangat di perlukan karena merupakan sebuah sarana yang baik untuk mensosialisasikan sejak dini tentang apa itu HIV AIDS, Narkoba dan bahaya-bahayanya. Sehingga rakyat Tanah Karo tahu akibat dari penyalahgunan Narkoba itu, lalu kemudian mereka pasti tidak akan memakai Narkoba lagi. Atau paling tidak tingkat persentasi penggunaan Narkoba di Tanah Karo akan berkurang drastis karena ada Gerakan Anti Narkoba dan Peduli HIV AIDS secara Bersama.
Badan atau lembaga tersebut, bekerja sama dengan dinas Kesehatan, Kejari, Kodim, Polres, Dinas Pendidikan, Para Pendeta, Pastor, Hakim, Jaksa, Guru, Tokoh Masyarakat, Penjara, LSM, PERS, Dokter, Psikolog, Psiater, Panti Rehabilitasi, Para Aktivis, Mantan Pecandu yang telah bertobat dan lembaga Gereja yang ada. Untuk menembus ke Kecamatan-kecamatan dan Desa-desa di seluruh Tanah Karo bisa melalui Sekda Tanah Karo yang langsung membawahi mereka, untuk melakukan sosialisasi masalah Narkoba dan HIV AIDS ini. Bisa juga bekerja sama dengan Gereja-gereja GBKP se Tanah karo.
Dari peta Tanah Karo, kita bisa mempelajari daerah-daerah mana yang rawan peredaran atau paling banyak penduduknya yang menggunakan jenis-jenis Narkoba mulai dari Minuman Keras, Ganja, Pil Ekstasi, Shabu-shabu, Putaw, Heroin, Kokain, Morpin dan lainnya. Memang, kita pasti membutuhkan dana yang besar untuk memberikan penyadaran bagi rakyat Tanah Karo yang berjumlah 350 ribu orang ini. Cukup mahal, akan tetapi makna dari program ini kami pikir sudah sangat di butuhkan sebagai sebuah Badan yang benar-benar konsern untuk mempedulikan Generasi Karo kedepan (dengan bahasa kami, tidak setengah Hati). Bila Badan atau Lembaga ini terwujud maka, seluruh rakyat Tanah Karo bisa datang setiap hari ke Sekretariat “Pusat Anti Narkoba dan Peduli Hiv Aids Tanah Karo” ini untuk saling bertukar Informasi dan berdiskusi tentang masalah Narkoba dan HIV AIDS. Badan atau Lembaga ini akan berkedudukan di Kabanjahe. (Kalau bisa Kantornya nanti didekat Kantor Bupati Tanah Karo Kabanjahe agar gampang terjangkau).
Pemkab Tanah Karo dan Moderamen GBKP tidak perlu Khawatir masalah tenaga ahlinya, kita memiliki banyak sekali anak-anak “Muda Karo” yang sangat peduli masalah Narkoba dan HIV AIDS ini, kami pikir untuk Kabupaten Tanah Karo yang tidak terlalu Luas dan Besar ini hanya membutuhkan 7 orang Staf Ahli. Dari 7 orang Staf Ahli itu kita membutuhkan seorang Pendeta yang Peduli dan ahli di bidangnya, Psikolog, Dokter, Ahli Hukum, ahli Informatika, Aktivis (boleh mantan Pecandu) dan seorang ahli Management. Untuk merekrut mereka perlu banyak hal karena ini menyangkut banyak tentang masalah HIV AIDS dan Narkoba. Para calon tenaga kerja tersebut minimal harus tahu dan paham masalah HIV AIDS dan Narkoba. Memiliki sertifikat Pelatihan, Seminar atau Lokakarya mengenai Masalah HIV AIDS dan Narkoba. Mereka harus betul-betul peduli masalah HIV AIDS dan Narkoba ini.
Bukan hanya sekedar tahu tentang Teori saja tapi memberikan seluruh hidupnya untuk masalah ini. Dan yang tak kalah penting harus bebas Narkoba dan HIV AIDS. Sebelum Tim Ini bekerja untuk Tanah Karo perlu Pelatihan Khusus atau Penelitian Khusus di Yayasan Cinta anak Bangsa Jakarta, Yayasan Kasih Mulia Jakarta, Badan Narkotika Nasional Jakarta, Yayasan Spritia Jakarta, Yayasan Rumah Damai Semarang dan Panti Rehabilitasi Kolam Betesda Medan. Hasil pelatihan atau penelitian itu ditulis dan dilaporkan lalu di presentasikan (berupa Fit and Profet Test) di hadapan Moderamen GBKP, Bupati dan DPRD TK II Tanah Karo. Untuk menguji ketulusan, keseriusan dan panggilan mereka untuk melayani di Tanah Karo ini. Mengapa kami merekomendasikan Yayasan atau Lembaga ini karena memang mereka benar-benar peduli masalah Narkoba dan HIV AIDS ini. Jadi untuk masuk kedalam “Tim Pelayanan” ini harus melalui banyak “Test Pelayanan dan Pengabdian”. Jadi tidak menjadi “Lahan Cari makan” benar-benar Badan atau Lembaga yang peduli. Tidak hanya pelayanan nama tapi benar-benar bergerak kearah yang di fokuskan untuk melawan gerakan peredaran Narkoba dan Peduli HIV AIDS ini. Apakah Badan ini nantinya tidak banyak menghadapi tantangan? Sudah pasti, tapi kita tidak perlu takut menghadapi jaringan “Mafia Peredaraan Narkoba dan Sex Bebas” ini. Mereka juga manusia yang sama dengan kita.
Mungkin mereka melakukan itu karena terpaksa atau sudah terlanjur maka itu tugas kita untuk memberikan penyadaran bagi mereka. Siapa tahu mereka bisa bertobat dan sadar akan kesalahannya selama ini. Sekali lagi Badan atau Lembaga ini adalah Badan Non Profit!! Murni Gerakan Kepedulian.
Akhirnya walaupun Badan atau Lembaga ini bukan lah sebuah jawaban untuk menghancurkan peredaran Narkoba di Tanah Karo akan tetapi minimal Badan ini bisa menjadi salah satu “Benteng Pertahanan” nantinya di Tanah Karo untuk mengantisipasi maraknya peredaran Narkoba dan maraknya Sex Bebas di Tanah Karo yang bisa mengakibatkan terinfeksi HIV Aids. Jadi untuk itulah kami merekomendasikan agar Badan ini di dirikan di Tanah Karo. Dan bila ternyata Di Tanah Karo sudah banyak Korban HIV AIDS dan Narkoba maka Badan ini juga akan mendirikan sebuah Panti Rehabilitasi Bagi para Korban HIV Aids dan Narkoba (suatu saat nanti). Saatnya Tanah Karo melakukan antisipasi terhadap HIV AIDS dan Narkoba sebagai bentuk pelayanan kepedulian bagi rakyatnya. Karena itu merupakan tugas dan tanggung jawab kita bersama, bila kita tidak ingin “Generasi Karo” hancur dan hilang oleh “Bencana Narkoba dan HIV AIDS” yang sangat mematikan.
Sebagai Pemerhati Sosial kami berpikir hal ini harus dilaksanakan secepat mungkin. Bila tidak, maka “Bom Waktu” itu akan meledak. Jangan Sampai terlambat!! Demi Generasi kita. Sebagai Penutup Kami mengutip
Firman Tuhan Dari Injil Matius 25:36b “Ketika Aku Sakit Engkau Melawat Aku”

Seruan ini sekaligus untuk memperingati HARI ANTI NARKOBA SEDUNIA yang jatuh pada Tanggal 26 Juni 2008 dan Hari HIV AIDS Sedunia 1 Desember 2008 ini. Salam Anti Narkoba dan Peduli HIV AIDS!!



Pdt Masada Sinukaban
KESAKTIAN PEDULI GENERASI INDONESIA

TUHAN YESUS MEMBERKATI, AMEN

Rabu, 16 April 2008

PERAMBAHAN HUTAN JANGAN DISEPELEKAN DAN DIBIARKAN..!!

“ Ah Andiko cedana sitepaNa ndube penggaya iblis erbansa jelma erate-ate uruk si megersing meturban rudang nggo merapak i mbal-mbal ah andiko cedana bekas tinepaNa….”

Bagi jemaat GBKP, pasti sudah tidak asing lagi dengan sepenggal lagu ini, dalam lagu ini ada unsur kekesalan, kekecewaan yang begitu mendalam, namun yang jadi pertanyaan sekarang, apakah kita peduli terhadap ciptaan Tuhan yang telah dititipkanNya untuk kita?

Saya setuju bahwa perambahan hutan dibumi Merah Putih ini harus ditanggalkan, bahkan kita harus “Memusnahkan” para perambah-perambah hutan tersebut, sebab secara otomatis mereka-mereka inilah yang nantinya akan menambah jumlah korban bencana alam di negara kita, tak terkecuali tanah longsor, polusi udara, bahkan banjir sekalipun, sebab air hujan yang turun tidak ada lagi yang menyerap.

Kita sebagai Warga Indonesia seharusnya bangga terhadap kekayaan dan kelestarian alam kita, Hutan yang sangat luas, indah, kaya akan air, dan masih banyak lagi kelebihan dari alam kita, namun persoalanya bukan itu..yang jadi pertanyaannya sekarang, Apakah kita masih bisa melihat dengan mata kepala kita sendiri akan alam kita yang indah itu? “ Tentu Masih Bisa..!!! nasi belum menjadi bubur, mungkin menurut saya dengan membuat kampanye atau seminar kecil-kecilan itu sudah cukup membantu, sehingga masyarakat yang tidak tahu menjadi tahu dan peduli terhadap kekayaan dan kelestarian alam kita tercinta, Lalu siapa yang semestinya membuat kampanye atau seminar itu sendiri? Seperti yang dikatakan oleh Pdt. Masada Sinukaban beberapa bulan lalu, jika kita tidak mampu menyuarakan suara kita di Indonesia ini minimal di propinsi Sumatera-Utara atau di Tanah Karo lah kita bersuara, menurut saya ini adalah PR Gereja kita GBKP untuk mengajak Pemkab karo, Kapolres, Kodim, Kejari, dan instansi terkait lainnya untuk sama-sama melawan gerakan yang mau menghancurkan hutan di Negara kita tercinta ini, sebab kalo bukan kita ya siapa lagi..?? dengan demikian tidak ada lagi istilah “ Dunia yang terlupa” nina lagu peterpan. Memang, saya sendiri tidak tinggal di Tanah Karo, namun walaupun demikian saya sangat peduli dan sangat terkesan tentang kelestarian alam dan tempat wisatanya, apakah kita akan menonton dan membiarkan begitu saja para perambah-perambah tersebut masuk lalu menyantap alam kita khususnya di Tanah Karo? Jawabanya tentu Tidak bukan? Untuk itu marilah Bapa, nande, turang ras senina, mulai detik enda mari si rawat, jaga ras lestariken kerangenta i bumi Merah Putih enda, jika bukan kita yang melestarikan dan menjaga alam kita, lalu siapa yang akan menjaga dan melestarikanya? Tidak tertutup kemungkinan juga untuk kaum muda atau permata GBKP khususnya yang peduli terhadap lingkungan, adakan penyuluhan secara merata di desa-desa terpencil yang ada di tanah karo, mungkin dengan cara kita memberikan informasi yang akurat kepada para orang tua kita terlebih yang berada dilingkungan pedesaan, mereka akan lebih hati-hati dan waspada dengan adanya orang asing yang masuk kedesa mereka. Semoga apa yang Tuhan Yesus titipkan kepada kita, kita bisa selalu menjaga dan merawatnya…AMIN Tuhan Berkati..

Imanuel Gintings

(Mahasiswa Teologi UKSW / Guru

KAKR Rg. GBKP Tg. Priok)

Kamis, 03 April 2008

Pemkab Karo Dan Pedagang Pasar Buah Berastagi Sama-sama Ngotot

Pemkab karo dan Pedagang Pasar Buah Berastagi bersikukuh dengan sikapnya semula. Pemkab tetap akan mengosongkan pasar,sedangkan pedagang bersikeras bertahan.
Kepala Dinas Pendapatan (Kadispenda) Pemkab Karo Swingli Sitepu mengatakan, pihaknya tetap melakukan pendekatan persuasif untuk memindahkan pedagang ke tempat penampungan sementara (TPS) di pelataran parkir Taman Mejuah-juah Berastagi." Pendekatan ini kita lakukan untuk menghindarkan bentrok fisik karena adanya kesalahpahamanan-tarapedagang dan Pemkab Karo.Bagaimanapun juga, dengan cara kekeluargaan, segala permasalahan yang telah terjadi dapat diselesaikan dengan baik,"katanya saat meninjau TPS pedagang Pasar Buah.
Menurut dia,tetap bersikukuhnya Pemkab Karo untuk melanjutkan pembangunan pasar buah terbesar di Tanah Karo ini karena kondisi sebagianbesar bale-baleyangditempati pedagang di bagian dalam pasar sudah membutuhkan perawatan."Pembangunan ini untuk kemajuan dunia pariwisata di Tanah Karo.Bagaimana mungkin wisatawan mau berkunjung kalau lokasi pasar kita keadaannya semrawut," tandasnya.
Hingga kemarin, kata Swingli, sudah 52 dari 78 pedagang Pasar Buah yang pindah ke TPS.Sementara 26 pedagang yang masih bertahan dan terus diimbau agar segera memindahkan dagangannya. Kepala Satpol PP Karo Eddy Katana Sebayang mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pendekatan kepada pedagang yang masih bertahan." Namun,jika hal tersebut juga tidak mendapat tanggapan positif, kita akan melakukan segala upaya untuk memindahkan pedagang ke TPS yangtelahdisiapkan,"ujarnya.Tetap Bertahan
Sementara itu, pewakilan pedagang Thomas Ginting mengatakan, sekitar 40 pemilik kios Pasar Buah Berastagi masih tetap bertahan di bagian dalam pasar. Dia menuding sebagian besar pedagang yang telah menempati TPS bukan pemilik balebaleyang sah.
"Saat ini kami masih memegang 40 surat sah pemilik kios dan semuanya menolak pembangunan. Jadi, saya juga tidak paham dari mana pemkab mengatakan sudah 52 dari 78 pedagang yang mau pindah, padahal kita memegang 40 surat sah pemilik kios,"beber Thomas. Meski Pemkab Karo tetap memaksakan kehendak melanjutkan pembangunan Pasar Buah, mereka akan tetap bertahan di bagian dalam pasar.
Ini dilakukan pedagang yang menolak pembangunan Pasar Buah karena sebelumnya telah ada kesepakatan antarapedagang,Pemkab,dan DPRD Karo bahwa pembangunan Pasar Buah dibatalkan. Adapun dana sebesar Rp1 miliar dialihkan untuk pembangunan pasar tradisional lain yang ada di Tanah Karo. Selain itu,pedagang tetap bersikukuhnya menolak pembangunan karena masa kontrak antara pedagang dan Pemkab Karo selama 25 tahun masih berjalan sekitar 23 tahun. Dan, dalam kesepakatan sebelumnya disebutkan, Pasar Buah tidak akan direhabilitasi sebelum masa kontrak berakhir.
Sumber: www.seputar-indonesia.com , 17/03/08

Oleh: Charles Hadi Sebayang